Kolom

Arsip Kolom By 09/2008
Senin, 22 September 2008 00:00:00
Kategori: Editorial
Belum jelas benar berapa angka persentase yang akhirnya dipakai dalam pencalonan presiden-wakil presiden oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol. Seiring revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang masih dibahas di DPR, sesuai usulan fraksi-fraksi, angkanya berkisar 15 hingga 30%. Tentu realitas itu terkait erat dengan kepentingan parpol-parpol dalam menghadapi Pemilu 2009. Dalam perspektif lain, fenomena tersebut merupakan salah satu model inkonsistensi politisi DPR dalam merevisi paket UU politik yang terasa sekali dikendalikan kepentingan jangka pendek.
0
Komentar
 
Rabu, 17 September 2008 18:58:03
Kategori: Editorial
MUNGKINKAH politik saleh? Para etikawan sejatinya selalu berpandangan positif atas politik. Bahkan dikatakan politik itu sejatinya tidak hanya merupakan satu istilah yang netral, tetapi lebih dari itu suci. Karena suci itu berkonotasi mulia, maka otomatis politik mulia dan terhormat. Di wilayah substansi, kemuliaan itu tercermin dari nilai-nilai politik yang demokratis, yang bersifat universal seperti egalitarianisme, penghargaan yang tinggi atas hak asasi manusia, keadilan, kesamaan di depan hukum, konstitusionalisme, dan seterusnya.

0
Komentar
 
Rabu, 10 September 2008 14:05:05
Kategori: Editorial
Permasalahannya jadi pelik kalau dikaitkan dengan modal alias kapital. Tidak ada yang gratis dalam hal “merebut” dan “mempetahankan” kekuasaan. Yang bermodal atau beruang besar, di alam “gebyar” dan “artifisial” ini, bakal berpeluang lebih tinggi ketimbang yang cekak. Tapi, uang saja tidak cukup. Para politisi akan memanfatkan simbol-simbol, sentimen-sentimen, dan mitos-mitos. Persoalan etika alias kepatutan lantas mengemuka. Kadang-kadang upaya-upaya untuk “memenangkan diri” dilakukan di luar kepatutan, sehingga menodai “kesucian politik”.
0
Komentar
 
Rabu, 03 September 2008 10:03:00
Kategori: Editorial
Seandainya PDIP ternyata keluar sebagai pemenang,maka wajar kalau Golkar hanya akan mengisi posisi calon wakil presiden apabila mereka sepakat untuk berkoalisi. Tapi kalau Golkar yang menang, maka PDIP harus rela menerima posisi calon wakil presiden dalam koalisi. Andaikata ini terjadi, maka PDIP harus menentukan sikap apakah akan tetap mencalonkan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden atau mencari tokoh lain yang menjadi calon wakilnya.

0
Komentar