Kolom

Arsip Kolom By 10/09/2008
Rabu, 10 September 2008 14:05:05
Kategori: Editorial
Permasalahannya jadi pelik kalau dikaitkan dengan modal alias kapital. Tidak ada yang gratis dalam hal “merebut” dan “mempetahankan” kekuasaan. Yang bermodal atau beruang besar, di alam “gebyar” dan “artifisial” ini, bakal berpeluang lebih tinggi ketimbang yang cekak. Tapi, uang saja tidak cukup. Para politisi akan memanfatkan simbol-simbol, sentimen-sentimen, dan mitos-mitos. Persoalan etika alias kepatutan lantas mengemuka. Kadang-kadang upaya-upaya untuk “memenangkan diri” dilakukan di luar kepatutan, sehingga menodai “kesucian politik”.
0
Komentar