Kolom

Arsip Kolom By 10/2008
Selasa, 28 Oktober 2008 00:00:00
Pilkada Klungkung
Kategori: Editorial

Pada Pilkada Klungkung, tingkat dukungan untuk pemenang yang hanya 33,84 persen dari 142.007 pemilih, bisa dikatakan modal yang sangat rendah. Angka ini sangat jauh dari posisi ideal sebagai syarat awal pengelolaan pemerintahan demokratis. 

Pemahaman bahwa kecilnya tingkat dukungan politik dalam Pilkada Klungkung akan memiliki risiko tinggi, bisa dikorelasikan dengan pandangan doktor ilmu politik jebolan UGM Akbar Tandjung. Politisi yang mantan Ketua DPR-RI ini mengatakan, pemimpin dengan dukungan politik yang rendah sangat riskan.


0
Komentar
 
Sabtu, 25 Oktober 2008 00:00:00
Kategori: Editorial
Tetapi, tradisi keroyokan ini, tampaknya tak merupakan dominasi para pemuda yang sedang tawuran. Pergulatan kekuasan di partai-partai politik, bahkan di panggug politik luas, juga mencerminkan potret demikian. Pola zero sum game, tampaknya telah menjadi suatu budaya dalam politik kita. Kenakalan remaja dan pemuda, kompleks penyebabnya, dan tampaknya ada juga kontribusi kenakalan orangtua. Paradigma pendidikan kita yang seolah menekankan pentingnya ijazah saja dan tidak mematangkan pengembangan tradisi intelektual, juga punya andil.
0
Komentar
 
Rabu, 22 Oktober 2008 09:50:00
Kategori: Editorial
Golkar 'berubah'. Partai ini membuat kejutan. Rapimnas yang digelar pekan kemarin melahirkan keputusan 'demokratis'. Partai ini mengakomodasi faksi yang ada dalam tubuh beringin. Calon presiden (capres) yang semula mono berubah hetero. Malah Akbar Tandjung, Sri Sultan HB X dan Fadel pun masuk bursa kandidat. Ada apa gerangan?
0
Komentar
 
Sabtu, 18 Oktober 2008 00:00:00
Kategori: Editorial
MASA depan politik Partai Golkar sedikit-banyak akan dapat dicandra dalam perhelatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IV pada 17-20 Oktober 2008. Rapimnas merupakan titik strategis menghadapi Pemilu 2009. Peserta Rapim diperkirakan tak mempersoalkan keputusan penentuan caleg berdasar suara terbanyak dan peniadaan konvensi. Artinya, agenda formal tinggal ketok palu. Tetapi justru yang menarik ketika dinamika Rapimnas mengkonfirmasikan peta kompetisi internal elite Golkar mutakhir.
0
Komentar
 
Kamis, 09 Oktober 2008 10:20:36
Kategori: Editorial
Sultan Hamengku Buwono X (HB X) dimajukan sebagai calon presiden (Capres). Raja Yogya ini bakal ikut bertarung dalam Pemilu 2009 mendatang. Hanya, sementara ini dia bukan dicalonkan partai politik, tapi oleh salah satu sayap Partai Golkar, yaitu Serikat Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). Naga-naganya Sultan sepakat.
0
Komentar
 
Rabu, 08 Oktober 2008 00:00:00
Kategori: Editorial
APAKAH kegagalan proyek "blue energy" dan padi Super Toy yang menjadi bahan pergunjingan luas belakangan ini membuktikan bahwa kita masih rela dibimbing mitos ketimbang rasionalitas? Pertanyaan ini dianggap tidak "nyambung" tentu oleh yang pro pada proyek itu. Alasannya, proyek itu bisa diilmiahkan sedemikian rupa, dan mestinya inisiatornya dihargai, setidaknya telah berbuat sesuatu.
0
Komentar