Testimoni

taufik.jpg
Bang Akbar adalah politisi yang pluralis. Beliau termasuk sosok yang diterima berbagai kalangan dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Beliau mantan Ketua Umum PB HMI. Beliau dekat dengan kaum nasionalis. Pernah memimpin Golkar berkoalisi dengan PDI-P mendukung Ibu Mega menjadi calon presiden. Bergabung bersama kami dalam koalisi kebangsaan.


Secara pribadi kami sering saling silaturahmi. Beliau datang pada saat peresmian sayap organisasi keagamaan PDI-P Baitul Muslimin Indonesia (BMI). Bahkan beliau salah satu tokoh yang dimintai pendapatnya saat BMI akan didirikan. Saya datang waktu peresmian The Akbar Tandjung Institute.

Taufik Kiemas

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)


XML

HEADLINE NEWS

Sabtu, 27 Desember 2008 21:29:11

Banyak Parpol Miskin Gagasan

Akbar: Hampir Tidak Ada Bedanya Antar Parpol

Akbar Tandjung mengatakan bahwa lahirnya banyak parpol di Indonesia belum dibarengi dengan lahirnya banyak gagasan politik. Padahalnya sejatinya politik menurut Akbar adalah pertarungan gagasan politik. Hal senada diungkap mantan aktivis mahasiswa 1998 Budiman Sudjatmiko. Menurut Budiman idealnya parpol memberikan diferensiasi alternatif kepada pemilih. Namun di Indonesia belum terjadi penajaman pembedaan antar parpol satu dengan lainnya.   selengkapnya ►

BERITA TERBARU

Senin, 05 Januari 2009 14:50:17 | Kategori: Kliping Media

Parpol Tak Amanat, Ditinggal Rakyat

INILAH.COM, Jakarta – Parpol-parpol yang mengabaikan nasib rakyat diprediksi akan ditinggalkan pemilih. Ini karena rakyat diyakini semakin kritis dalam menentukan para wakilnya. Dengan kesadaran politik yang meningkat, politik uang bahkan tak akan mempan pada Pemilu 2009.

Senin, 05 Januari 2009 14:46:02 | Kategori: Kliping Media

Akbar Desak Golkar Umumkan Capres

INILAH.COM, Jakarta - Akbar Tandjung mendesak Partai Golkar segera mengumumkan calon presiden yang akan diusung di Pemilu 2009. Rakyat, kata mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, ingin mengetahui capres Golkar sebelum pemilu legislatif 2009 atau minimal para kandidatnya.

Jumat, 26 Desember 2008 21:44:00 | Kategori: Kliping Media

Saatnya Akhiri Politik Drakula

Ada keyakinan, politik uang takkan mempan pada Pemilu 2009. Rakyat kian kristis dan cerdas dalam memilih. Maka, Pemilu akan jadi penentu bagi partai politik yang tak peduli nasib rakyat. Sudah waktunya politik drakula diakhiri. Keyakinan itu setidaknya dimiliki mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, politikus PDI Perjuangan Budiman Sujatmiko, aktivis M Arief, dan Associate Director The Media Institute, Herdi Sahrasad.

Jumat, 26 Desember 2008 21:09:00 | Kategori: Kliping Media

Akbar: Rakyat Ingin Tahu Capres Golkar

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung berharap capres dari Partai Golkar bisa diketahui publik sebelum pemilu legislatif 2009. Jika memang belum ditetapkan, minimal masyarakat bisa tahu siapa saja nominatornya. "Sebagai partai besar, sebaiknya Golkar telah menyiapkan capres, atau setidaknya telah menyiapkan proses rekrutmen penetapan capres. Sehingga sudah bisa diketahui siapa yang jadi bakal calon presiden," kata Akbar.

REFERENSI TERBARU

GALLERY

AKBAR PEDULI

KOLOM

Memaknai Dua Tahun Baru

Koran Jawa Pos online dalam opininya menulis, Makna terpenting tahun baru, Masehi yang solar, Hijriah yang lunar, di antaranya terletak pada keberadaannya sebagai titik temporal untuk melakukan refleksi, melihat perjalanan yang telah dilalui, dan untuk membuat agenda strategis, sistematis, serta lebih arif ke depan. Kelemahan, kekurangan, atau bahkan kesalahan -individu, kelompok, maupun bangsa- pada masa-masa lalu indonesian.irib.irdiharapkan tidak terjadi lagi pada masa berikutnya. Selanjutnya, masa depan diupayakan menjadi masa yang mencerminkan kehidupan lebih baik dari berbagai aspeknya.  selengkapnya ►

BUKU

Jalan Jalan Di Palestina Sebuah Kisah Yang Pilu

Buku ini hadir sebagai kisah nyata (true story), kenangan berdasarkan perjalanan hidup Shehadeh selama 26 tahun. Selama itu Shehadeh menyaksikan perubahan signifikan tentang perbukitan hijau yang ia lihat sejak dilahirkan hingga kota-kota baru produk Israel yang ia saksikan hari ini. Semuanya terjadi dalam tempo singkat. Ia seperti saksi yang hanya bisa memperjuangkan sisa masa tuanya bersama rakyat Palestina untuk mempertahankan tanahnya. Ia menulis semua itu dengan jujur, apa adanya. Koran The New York Times memberi pujian karena “hanya sedikit orang Palestina yang mau terbuka dengan kejujuran seperti yang dimiliki Raja Shehadeh”. selengkapnya ►

POJOK INSPIRASI

© 2008 Akbar Tandjung