Berita

Rabu, 09 April 2008 18:39:06
Bang Akbar Bangga Ketua Alumni Teknik UI Perempuan
Kategori: Dari Redaksi
Bang Akbar merasa bangga dengan terpilihnya Milatia Kusuma Mu'min sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FT-UI) yang baru. Rombongan pengurus yang baru terbentuk satu bulan lalu itu menemui Bang Akbar, Rabu (09/04/08) di The Akbar Tandjung Institute.

"Saya bangga seorang wanita terpilih menjadi ketua baru, karena biasanya kan orang teknik identik dengan laki-laki", kata Bang Akbar sambil bercanda. Menurut Bang Akbar kini kesempatan perempuan menjadi pemimpin sudah terbuka lebar. Ia mencontohnya adanya upaya kuota di parlementer dan di partai politik yang mensyaratkan minimal 30% keterwakilan perempuan. "Bahkan ada undang-undangnya yang menjamin itu", tukas Bang Akbar meyakinkan.

Bang Akbar sendiri menjadi mahasiswa FT-UI Jurusan Elektro angkatan 1964. Dia termasuk salah satu aktivis mahasiswa yang aktif beroganisasi. Pernah dipercaya sebagai Ketua Senat Mahasiswa FT-UI periode 1967-1968. Sementara itu, Milatia adalah lulusan FT-UI Jurusan Teknik Sipil tahun 1979. Tia, panggilan akrabnya mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi ketua ILUNI FT-UI.

Milatia menjelaskan maksud kedatangannya adalah memperkenalkan pengurus ILUNI FT-UI yang baru kepada Bang Akbar. "Kami memperkenalkan pengurus baru sekaligus menjelaskan situasi dan kondisi alumni UI kepada beliau", jelas Milatia. Dalam kesempatan itu dirinya juga memaparkan rencana kerja ILUNI-FT UI setahun ke depan. "Kami membentuk kelompok kerja yang fokus di bidangnya masing-masing", ungkap Tia, panggilan akrabnya.

Tia mencontohkan misalnya ILUNI FT-UI menggagas proyek studi mengenai climate change yang sedang trend. Termasuk proyek studi pengurangan emisi bahan bakar yang kini menjadi permasalahan kota-kota besar di Indonesia. "FT-UI ingin kehadirannya punya manfaat konkret sesuai dengan bidang ilmu teknik", tegasnya.

Bang Akbar menyambut baik gagasan tersebut dan memberikan dukungan penuh. "Harapan saya program-program tersebut memberikan manfaat tidak saja bagi alumni UI tetapi juga masyarakat luas", pesannya. Bang Akbar juga mengusulkan agar kelompok kerja yang sudah terbentuk dapat menyelenggarakan seminar ilmiah minimal setahun sekali. "Jadi hasil kerja dan karyanya dapat dikenal luas", usul Bang Akbar. Usul ini diamini oleh sang ketua umum yang berjanji akan menindak lanjuti usulan dari Bang Akbar.

Pertemuan yang dimulai pukul 15:30 itu membahas persoalan-persoalan aktual menyangkut Fakultas Teknik UI dan alumninya. Bahkan, salah seorang pengurus menyampaikan kepada Bang Akbar bahwa akan ada studi mengenai komputerisasi Pemilu. "Tujuannya untuk menghindari kecurangan Bang", ujarnya. Bang Akbar merespon gembira hal tersebut. "Bagus, bisa jadi terobosan mengingat Pemilu 2009 sudah dekat", kata Bang Akbar, sambil mengingatkan bahwa tahun depan bulan April dan Juli berturut-turut sudah dijadwalkan Pemilu legislatif dan presiden.

Beberapa alumni FT-UI kini banyak yang menjadi profesional di berbagai bidang. Bang Akbar meminta agar mereka tidak melupakan almamaternya. "Cobalah untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk akses kepada lulusan teknik UI", usul Bang Akbar lagi. Milatia sendiri saat ini menjabat sebagai Country Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), sebuah lembaga internasional yang konsen pada pengurangan kemiskinan, polusi dan ketergantungan minyak. ITDP melakukan kegiatannya di banyak negara termasuk Indonesia, India, Cina, Afrika Selatan, Senegal, Ghana, Tanzania, Brazil, Meksiko, dan Kolombia. Di Indonesia, ITDP turut membidani implementasi TransJakarta yang merupakan full-featured Bus Rapid Transit system pertama di Asia.

Terakhir Bang Akbar mengajak ILUNI FT-UI untuk peduli pada persoalan-persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. "Bekerja dan berkaryalah untuk kemajuan bangsa sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing", pesannya. Keilmuan dan keahlian teknik khususnya kata Bang Akbar sangat diperlukan terutama dalam pembangunan Indonesia ke depan. (dhyt)
 
 
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...