Berita
Jumat, 11 April 2008 23:30:02
Para Kiai Dukung Akbar Tandjung
Kategori: Dari Redaksi
“Saya memberikan restu dan mendorong Bang Akbar. Kita membutuhkan sosok yang bisa mensejahterakan rakyat, yang bersih, dan mampu melakukannya karena memiliki pengalaman,” ujar K.H. Abdurrahman Chudori (65), pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API), Tegal Rejo, Magelang.
Pondok pesantren yang didirikan pada 1944 oleh (Alm.) K.H. Chudori tersebut merupakan tempat pertama yang dikunjungi oleh Akbar Tandjung hari itu. Selain menyatakan keinginannya untuk mengikuti pemilu 2009, Akbar Tandjung dan K.H. Abdurrahman Chudori pun membahas keadaan politik dewasa ini.
Hal ini tidak mengherankan, dalam sejarahnya, pondiok pesantern ini merupakan salah satu pusat pergerakan pada jaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, pondok pesantren yang kini memiliki sekitar lima ribu santri ini pernah dihancurkan oleh pihak Belanda pada saat agresi militer kedua 1948.
Menurut K.H. Abdurrahman Chudori, untuk mengikuti Pemilu 2009, Akbar Tandjung bisa melalui partai-partai yang lain. Tidak harus mengandalkan Golkar saja. “Banyak partai-partai lain yang membutuhkan tokoh-tokoh nasional. Sementara Bang Akbar kan termasuk politikus yang handal,” ujar salah satu mantan Ketua Dewan Syuro PKNU Pusat tersebut.
Tempat kedua yang dikunjungi oleh Akbar Tandjung adalah Pondok Pesantren Darussalam, Watu Congol, Muntilan. Akbar Tandjung mendapat sambutan yang hangat disana, mengingat ini merupakan kunjungan yang kesekian kalinya semenjak ia menjabat di legislatif maupun pemerintahan.
Dihadapan K.H. Ahmad Abdul Haq (80) atau yang biasa dipanggil Mbah Mad dan putranya, Akbar Tandjung bertukar pandangan dan wawasan, sekaligus mohon restu untuk langkah-langkah kedepan yang akan ditempuhnya.
Melalui putranya, Gus Yusuf, alasan Pondok Pesantren Darussalam mendukung Akbar Tandjung adalah komitmen mereka terhadap Golkar. “Komitmen (Pondok Pesantren Darussalam, red) terhadap Golkar begitu kuat. Bahkan semenjalk Golkar Berdiri,” tegasnya.
Sebagai tanda merestui langkah yang akan diambil Akbar Tandjung, Mbah Mad pun sempat memimpin doa bersama. Pondok pesantren yang telah berdiri sejak abad ke – 18 ini banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama terkenal. Salah satunya adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang sempat menghabiskan masa remajanya disini.
Tempat terakhir yang dikunjungi Akbar Tandjung adalah Pondok Pesantren Nurul Falah, Tegal Randu, Srumbung, Magelang. Pondok pesantren yang memiliki ribuan santri tersebut didirikan oleh K.H. Abdul Razak (60) pada 1979.
“Saya bilang ke dia (Akbar Tandjung, red) tadi, kalau secara ikhlas-ikhlasan, daripada Jusuf Kalla lebih baik Pak Akbar. Walaupun dia Wakil Presiden (Jusuf Kalla, red), tetapi arus bawah lebih mengenal Pak Akbar,” ucap K.H. Abdul Razak yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kedu (P4SK). P4SK merupakan persatuan yang dikenal solid, dan beranggotakan lebih dari 400 pondok pesantren di wilayah Karesidenan Kedu.
K.H. Abdul Razak juga menilai bahwa peluang yang dimiliki Akbar Tandjung lebih bagus. “Karenanya, saya beri dorongan, kemudian juga saya mohon kepada Allah. Karena semua jabatan itu tergantung pada Allah semata. Kalau kita minta petunjuk kepada Allah, Allah pasti kasih kepada kita,” ujar mantan pepunden PPP Jawa Tengah itu.
Restu dari K.H. Abdul Razak terlihat dengan diberikannya kesempatan bagi Akbar Tandjung untuk memberikan ceramah di hadapan majelis pengajian Selapanan Jum’at Wage. Majelis pengajian yang diadakan setiap 35 hari sekali (selapan), dimana pesertanya mencapai ribuan orang.
Melihat antusiasme yang diberikan para tokoh ulama di Magelang, Akbar Tandjung menyatakan rasa syukurnya. Silaturahmi yang dilakukannya, menurutnya berjalan dengan baik. “Mereka merestui kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, dan mereka juga menyambut dengan baik niat saya untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Akbar Tandjung.
Akbar Tandjung pun percaya bahwa restu dan dukungan dari para kiai ini langgeng sifatnya. “Mereka pun juga secara terbuka menyatakan kesediannya untuk terus membangun dan menjalin komunikasi dengan saya,” tutup Akbar Tandjung. (gees)
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...

