Berita

Minggu, 13 April 2008 12:25:44
Akbar Tandjung Dipinang Partai-partai Baru
Kategori: Dari Redaksi
Magelang – Akbar Tandjung mengatakan ada beberapa partai politik yang baru mendaftarkan diri di KPU telah menyatakan akan mengusung dirinya pada pemilihan Presiden 2009. Hal tersebut dinyatakannya pada saat melayani pertanyaan dari beberapa media di Tegal Rejo, Magelang (11/4).

“Kalau nanti partai kami lolos KPU dan memperoleh suara yang cukup dalam Pemilu 2009, maka Pak Akbar merupakan salah satu tokoh nasional yang kami anggap patut dicalonkan sebagai calon presiden atau juga calon wakil presiden,” ucap Akbar Tandjung menirukan perkataan partai-partai politik tersebut.

Akbar Tandjung keberatan untuk memberitahu nama-nama partai poltik yang siap mengusungnya tersebut. Ia hanya menyebutkan jumlahnya. “Sudah ada dua sampai tiga partai politk yang menyatakan dukungan seperti ini,” ujarnya. Selebihnya, ia menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya belum melakukan pendekatan-pendekatan khusus terhadap partai-partai politik yang ada.

Selain itu, menurutnya ia akan terus melihat peluang –peluang yang lain. Walaupun lagi-lagi ia belum bisa mengatakan secara eksplisit peluang-peluang itu seperti apa. “Saya tentu akan mencermati perkembangan politik. Dari segi waktu kan masih cukup panjang,” jelasnya.

Calon Independen


Menyoal kemungkinan dirinya mengikuti mekanisme calon independen pada Pemilihan Presiden 2009, Akbar Tandjung justru mengatakan bahwa hal tersebut tidak realistis. “Calon independen untuk tahun 2009 menurut saya masih agak sulit dilaksanakan. Sehingga masih harus melalui partai-partai,” cetusnya.

Menurutnya untuk melaksanakan mekanisme calon independen diperlukan suatu perubahan pada sistem perundang-undangan terlebih dahulu. Salah satunya perubahan pada UUD 1945. Sementara, untuk melakukan perubahan pada UUD 1945 bukanlah sesuatu hal yang mudah. “Hal itu membutuhkan dukungan jumlah fraksi yang cukup,” ujar Akbar Tandjung sembari mengingat pengalamannya ketika melakukan amandemen UUD 1945, saat ia menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Kemudian menurutnya, harus diketahui betul diktum-diktum mana yang harus dirubah. Sehingga ia pun memperkirakan perubahan tersebut baru bisa dilakukan setelah Pemilu 2009. “Jadi, untuk mekanisme calon independen, lebih realistis untuk dilakukan pada pemilu 2014,” tutupnya. (gees)
 
 
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...