Berita

Senin, 12 Mei 2008 10:43:14
Rumuskan Kembali Arah Perjuangan Bangsa
Kategori: Dari Redaksi
Yogyakarta – Arah, formula maupun petunjuk yang baru harus dipikirkan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemikiran tersebut menjadi salah satu pokok perbincangan pada acara talkshow Resonansi yang akan disiarkan di TVRI Jogja, Senin 12 Mei 2008 pukul 17.00 WIB.

“Kalau kita bisa memformulasikan tantangan jaman, mungkin seluruh potensi kita bisa kita arahkan untuk menghadapi tantangan,” cetus Akbar Tandjung. Menurutnya setiap zaman punya tantangannya masing-masing. Seperti pada jaman Bung Karno dan Bung Hatta, tantangan itu bisa diformulasikan secara kongkrit. “Setidak-tidaknya saat itu ada penjajah, ada Belanda, dan kita ingin merdeka,” jelasnya.

Menurut Akbar, tantangan dalam perspektif berbangsa dan bernegara yang terus relevan adalah bagaimana agar kita mampu mensejahterakan rakyat dan mencerdaskan rakyat. “Tapi nyatanya rakyat kita belum banyak yang cerdas. Kenyataannya pendidikan belum mendapatkan tempat,” ujarnya.

Selain mantan Ketua Umum Partai Golkar dan mantan Ketua DPR-RI Akbar Tandjung, acara yang dipandu oleh Angger Jati Wijaya (budayawan) ini menghadirkan dua narasumber kompeten lainnya yang mempunyai skala nasional. Yaitu SekJen Dewan Pertahanan Nasional Letjen. M. Yassin dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada Purwo Santoso.

Terkait dengan tema besar diskusi kali ini, Politik Untuk Kemakmuran Rakyat, Letjen. M. Yassin menyoroti mengenai demokrasi yang memerlukan arah yang jelas. “Kompasnya harus ada,” ujarnya memberikan istilah.

Menurutnya, dalam berjuang semua harus berpegangan pada konsesnsus dasar. Konsensus dasar seperti Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika itulah kemudian yang dapat dijadikan sebagai kompas dalam demokrasi. “Insya Allah tidak akan berbenturan. Oleh karena itu, menurut saya, kompas kita harus jelas,” tegas M. Yassin sekali lagi.

Sementara itu, Purwo Santoso mempunyai perspektif akademik yang dapat dikemukakan dalam membahas masalah ini. Menurutnya, masih ada perdebatan-perdebatan yang belum tuntas. Ada pula yang masih merasa bahwa demokrasi belum jalan. “Apa pun pilihannya saya kira perlu ada elit yang sanggup mengajak bangsa ini punya mimpi yang sama,” tuntas Purwo Santoso.

Sebagai pembawa acara, Angger Jati Wijaya benar-benar mampu menguasai forum. Sehingga jalannya diskusi ini tidak menjadi membosankan dengan penjelasan narasumber yang terkadang terlalu panjang lebar. Sementara itu antusiasme penoton di studio pun tidak kalah ramainya. Oleh karena itu, bagi Anda yang berada dalam daerah jangkauan siaran TVRI Jogja, jangan lupa untuk menyaksikan acara yang akan ditayangkan sore ini. (ge es)
 
 
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...