Berita
Rabu, 21 Mei 2008 10:54:21
Puncak Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Bangsa
Akbar: Gambaran yang Harus Dilakukan ke Depannya Belum Tampak
Kategori: Dari Redaksi
Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung beramah tamah dengan mantan Wapres RI Try Sutrisno sesaat setelah memasuki arena Perayaan 100 Tahun Kebangkitan Bangsa di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5)
Puncak peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional kali ini diadakan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5). Selain Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta keluarga, terlihat pula para tamu undangan memenuhi bangku dalam stadion tersebut. Di antaranya mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, Mantan Presiden BJ Habibie, Mantan Wapres Try Sutrisno, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidique, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, para menteri kabinet, serta duta besar negara asing di Indonesia.
Hadirin yang hadir, serta pemirsa televisi di rumah, dihibur dengan pertunjukan budaya dan kesenian tradisional dari berbagai daerah di tanah air, disertai penampilan dari TNI AL, AU, AD, Polri, dan juga artis kenamaan Indonesia seperti Edo Kondologit, Tiga Diva, dan Agnes Monica. Berbagai penampilan tersebut menggambarkan identitas bangsa dan hasil pencapaiannya selama ini.
Sebagai salah satu tamu yang ikut menjalani acara ini, Akbar Tandjung melihat apa yang disajikan sudah sangat baik. Namun ia menyayangkan acara tersebut yang hanya menjadi pertunjukan semata. “Kalau melihat acara memang tampaknya meriah dan kolosal, namun gambaran yang harus dilakukan bangsa ini ke depannya itu yang belum tampak,” ujar Akbar ketika ditemui seusai acara.
Akbar menilai deklarasi Indonesia Bisa yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam itu dapat menjadi inspirasi bagi bangsa ini. “Ajakan Presiden tersebut harus bisa menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk maju, menjadi bangsa yang terhormat dalam pergaulan dunia, dan sejahtera,” ungkap Akbar.
“Untuk bisa melaksanakannya saya kira kita harus sudah mulai dari sekarang mempersiapkan generasi mendatang menjadi sumber daya manusia yang punya daya saing, menguasai ilmu pengetahuan, dan bisa melakukan inovasi ke depan,” jelas Akbar.
Indonesia Bisa
Malam itu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membacakan deklarasi Indonesia Bisa. Diungkapkan oleh SBY tantangan yang dihadapi Indonesia untuk maju dan sejahtera makin berat. Daya saing dan kemandirian bangsa merupakan modal utama untuk menjadi bangsa yang besar. Tapi semua baru akan ada artinya bila disertai kebersamaan seluruh elemen bangsa melaksanakan pembangunan.
"Tapi kita percaya dengan ridho Allah serta persatuan, dan kerja keras bersama, cita-cita itu bisa kita wujudkan. Karena itu di hari bersejarah ini mari bersama kita gelorakan Indonesia Bisa. Indonesia… Bisa! Indonesia… Bisa! Indonesia… Bisa!" seru SBY sambil disambut oleh segenap hadirin dengan penuh semangat.
(ribosa)
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...

