Berita
Cipanas – Akbar Tandjung makin lengket dengan Partai Demokrat. Terbukti, politisi senior tersebut sudah empat kali diundang sebagai pembicara Pelatihan Kepemimpinan Kader (PKK) Partai Demokrat se-Indonesia.
Terakhir, Jum’at (13/06/08), Akbar kembali datang ke Cipanas, Jawa Barat. Berbicara di hadapan ratusan peserta PKK Partai Demokrat angkatan ke-IV, Akbar menegaskan kembali pentingnya manajemen konflik parpol.
Isu manajemen konflik belakangan menjadi hangat dibicarakan setelah pengurus PKB berseteru. Kedua kubu yang berkonflik saling klaim keabsahan masing-masing. Versi MLB Parung mengangkat Ali Masykur Musa sebagai nahkoda PKB yang baru. Sementara versi MLB Ancol tetap mempertahankan Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum. Terakhir, pengadilan mengabulkan gugatan pembatalan pemecatan Muhaimin Iskandar oleh ketua dewan syuro PKB.
Menyikapi maraknya konflik internal parpol, Akbar berpendapat hal tersebut merupakan suatu proses yang alamiah dalam alam demokrasi. “Konflik tidak mungkin dihindari tetapi harus diatasi,” katanya. Lebih jauh mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu memberikan tips seputar cara menangani konflik parpol. “Kesabaran menentukan keberhasilan,” ungkap Akbar.
Masih dalam konteks yang sama, Akbar menambahkan bahwa konflik tidak melulu dalam wujud fisik. “Bisa dalam bentuk persaingan kepentingan atau jabatan,” lanjutnya. Oleh karenanya menurut Akbar, diperlukan manajemen konflik dengan pendekatan sesuai kultur masing-masing parpol.
Muaranya, pimpinan parpol dituntut mempunyai intuisi politik sehingga mampu membaca potensi konflik sebelum terjadi. “Pimpinan partai bertanggungjawab,” tegas Akbar. Ia juga mengingatkan agar pimpinan parpol tidak ikut terlibat karena akan memengaruhi putusan akhir yang cenderung memihak “Bias dan hasilnya tidak win-win solution,” pungkasnya.
Dielu-elukan Cawapres SBY
Peserta PKK Partai Demokrat sendiri terdiri dari para ketua dan sekretaris DPD dan DPC, ketua bappiluda DPD dan DPC serta pengurus korwil DPP Partai Demokrat seluruh Indonesia.
Saat menyambut kehadiran Akbar, seluruh peserta berdiri dan bertepuk tangan. Salah seorang peserta berteriak dengan semangat. “Hidup SBY, hidup Akbar, hidup cawapres,” yang kontan disambut tepuk tangan yang lebih riuh.
(dhyt)

