Berita
Jakarta – Kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu masih menyisakan polemik berkepanjangan. Demo mahasiswa berlangsung secara terus menerus di berbagai daerah. Hingga jatuhnya korban meninggal dari pihak mahasiswa. Puncaknya demo yang mengarah pada kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di tingkat parlemen, kasus ini mendapat perhatian dengan lolosnya hak angket untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam emngelola energi. Serentetan peristiwa yang masih hangat dibicarakan tersebut menjadi topik pembicaraan dalam “Dialog Bersama Bang Akbar” yang akan disiarkan di QTV dan Swara pada 1 Juli 2008, pukul 22.00 WIB.
“Hak angket biasa dilakukan bilamana DPR memerlukan penjelasan. Seperti masalah kebijakan pengelolaan energi,” jelas Akbar Tandjung pada dialog tersebut.
Kemudian, fenomena anggota fraksi di DPR yang mendukung Hak angket, padahal partainya merupakan pendukung pemerintah, bahkan masuk dalam jajaran kabinet, dinilai pula oleh Akbar Tandjung. Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena mereka-mereka yang duduk di kabinet tidak mampu melakukan komunikasi politik dengan yang berada di parlemen.
“Kurang pas kalau (partai, red) pendukung mengkritik pemerintah,” ucap Akbar Tandjung.
Talkshow berdurasi satu jam tersebut dihadiri pula oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan daerah-daerah. Mereka yang hadir tersebut pun berkesempatan untuk melakukan tanya jawab dalam acara ini.
Bagaimana keseluruhan jalannya acara talkshow “Dialog Bersama Bang Akbar” yang ditayangkan untuk pertama kalinya ini? Jangan lupa untuk menyaksikannya di QTV dan Swara pada pukul 22.00 malam ini.

