Berita
Bogor – Kemungkinan golput pada Pemilu 2009 akibat konflik yang tak berkesudahan di tubuh sebuah partai dapat diminimalisir oleh partai lainnya. Yaitu dengan memberikan saluran politik bagi anggota partai yang berkonflik.
“Kita semua tentu tidak menginginnkan terjadinya golput. Oleh karena itu, partai-partai lain bisa mengajukan tawaran kepada anggota partai yang sedang berkonflik tersebut. Tawarannya adalah menyalurkan aspirasi melalui partai lain,” ujar Akbar Tandjung pada saat memberikan materi pada Pelatihan Kader Partai Demokrat di Puncak, Jumat (11/7).
Menurut Akbar, tawaran tersebut dapat dilakukan dengan mengatakan bahwa apa yang menjadi tujuan partainya tidak berbeda dengan tujuan partai tersebut. Atau mungkin saja satu atau dua tokoh yang dikenal, dicalonkan oleh partai tersebut.
Karena bila kita lihat, diantara partai-partai yang ada tidak terdapat perbedaan yang prinsipil. “Terutama bila dikaitkan dengan upaya untuk mensejahterakan kehidupan rakyat,” tambah Akbar.
Momentum yang bisa dimanfaatkan ini menurutnya harus dilandasi niat untuk memberi saluran politik bagi warga negara yang tidak bisa menyalurkan aspirasi karena partainya bermasalah.
Menurut hemat Akbar, konflik yang terjadi di tubuh sebuah partai, seperti yang terjadi saat ini, dapat terus berlangsung hingga pemilu nanti. Bisa jadi mereka tidak menemukan kata sepakat mengenai calon yang diusulkan untuk mewakili partai tersebut dalam pemilu. “Bila ini terjadi, anggota-anggotanya pasti mengalami situasi yang membingungkan. Ini bisa saja mengakibatkan adanya Golput,” jelas Akbar.

