Berita


Ketua DPR RI Agung Laksono menyoroti tiga hal terkait kinerja anggota dewan. Pertama, keterbatasan SDM dalam menyusun materi RUU yang sifatnya substansial. Kedua, kekhawatiran peluang korupsi anggaran pendidikan yang mencapai Rp 240 triliun. Ketiga, kekhawatiran krisis legitimasi DPR. Demikian sebagian isi pidato Agung pada rapat paripurna peringatan HUT MPR/RI ke-63, Jum’at (29/08/08). Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung yang hadir pada acara tersebut menilai baik hadirnya KPK di DPR terutama ketika pembahasan anggaran.



Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir, Sekjen PDI-P Pramono Anung dan mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki didaulat menjadi pembicara dadakan pada peresmian National Press Club of Indonesia (NPCI) di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (27/08/08) siang. Terkait konteks kepemimpinan 2009, Akbar mencermati pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas. Terkait pemilu legislatif, Pramono dan Sutrisno saling mengkritik soal keterlibatan artis dalam politik.


Data statistik terbaru menyatakan 4,5 juta dari 9 juta pengangguran di Indonesia adalah kaum terdidik. Sebagian besar di antaranya tidak bisa diserap oleh pasar tenaga kerja karena masalah kompetensi. Hal ini yang jadi perhatian dalam Dialog bersama Bang Akbar yang akan disiarkan di stasiun televisi Swara, malam ini (26/8), pukul 21.30.
Akbar Tandjung mengatakan rakyat tidak wajib memilih jika partai politik dinilai gagal memenuhi dan mewujudkan aspirasi mereka. Akbar juga meminta rakyat agar tidak memilih pemimpin yang dianggap tidak mampu melakukan tugas kepemimpinannya dengan baik. "Rakyat tidak wajib memilih," demikian tegas Akbar pada pagelaran wayang kulit dalam rangka pembangunan masjid yang digagas pimpinan pondok pesantren Nurul Huda, KH Syarif Hidayatullah di Lemah Abang, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (21/08/08) malam.
Setelah melakukan tetirah (perjalanan spiritual historis), ke makam kedua orang tuanya di tanah Sumatera. Kini giliran tanah Jawa ditelusuri Akbar Tandjung. Dalam kunjungan ke Jawa Tengah, Akbar berziarah ke makam leluhur raja-raja Jawa Imogiri di Bantul. Selanjutnya mampir ke makam orang kepercayaan Presiden Soeharto Soedjono Hoemardani di Solo. Dan ditutup dengan berkunjung ke makam Presiden Soeharto di Astana Giri Bangun di Karanganyar.
Akbar Tandjung bersama Walikota Solo Joko Widodo meresmikan Museum Samanhudi di kampung batik Laweyan yang merupakan sentra batik rumahaan tradisional di kota Solo, Jum'at (22/08/08) siang. Peresmian Museum Samanhudi tersebut dihadiri oleh rombongan wisata Yayasan Warna Warni Indonesia pimpinan Krisnina Maharani yang merupakan istri Akbar.
Akbar Tandjung, Menbudpar Jero Wacik serta Walikota Solo Joko Widodo menghadiri jamuan makan malam peresmian House of Danar Hadi. Sebuah merek batik terkemuka dari kota Solo. Peresmian tersebut dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Sherina dan pegelaran busana koleksi batik dari beberapa perancang busana ternama. Kolumnis gaya hidup Kompas Samuel Mulia menjadi pengarah acara pada acara yang digelar di nDalem Wuryaningratan, Solo, Jumat, (22/08/08) malam.
Dunia politik dan pertanian di Indonesia telah menjadi semacam akar permasalahan yang semakin kompleks, keduanya memiliki spektrum wilayah keberkaitan yang cukup luas dan sangat mempengaruhi kehidupan bangsa dan negara. Hal tersebut menjadi pokok permasalahan yang dibahas mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung dalam Seminar Nasional Politik dan Pertanian yang diadakan oleh BEM Fakultas Pertanian Universitas Brawidjaya dan Centre for Agriculture Development Studies (CADS).
Ulang tahun ke-63 Akbar Tandjung yang digelar di kediamannya di Jl. Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/08/08), malam, dihadiri tokoh dan selebriti dari berbagai kalangan. Nampak hadir malam itu Wakil Ketua MPR RI AM Fatwa, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menhukham Andi Mattalatta, mantan Pangab dan Menkopolkam Jenderal Faisal Tanjung, mantan Menaker Abdul Latief, serta mantan Menhukham Hamid Awaludin. Dari kalangan politisi hadir fungsionaris Partai Golkar Mahadi Sinambela, Yudi Chrisnandi, Ferry Mursyidan Baldan serta fungsionaris Partai Demokrat Anas Urbaningrum.



“Hal ini sah-sah saja,” ujar Akbar Tandjung pada acara Seminar Nasional Kepemudaan & Kebangsaan: Konflik Politik, Dilema Demokrasi & Visi Kepemimpinan Nasional”, Senin, (12/8)

Dalam masa reformasi ini, kondisi perekonomian Indonesia tak kunjung menunjukkan gejala membaik. Kepemimpinan nasional yang silih berganti menduduki kekuasaan selama ini dianggap hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi secara makro.
Hal tersebut yang jadi alasan pemilihan tema “Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat” dalam acara Dialog bersama Bang Akbar malam ini (12/8) di Stasiun TV Swara, pukul 21.30 WIB. Program acara ini rencananya juga akan ditayangkan oleh 8 stasiun televisi lokal di beberapa daerah.

Desakan calon muda di bawah 50 tahun untuk maju sebagai kandidat pada pilpres 2009 terus mencuat. Pernah disuarakan oleh Presiden PKS Tifatul Sembiting, kini giliran Rizal Malarangeng menyuarakan wacana kepemimpinan muda. Rizal. Menurut pembawa acara televisi Save Our Nation yang tayang di Metro TV itu, munculnya generasi baru calon pemimpin nasional diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi rakyat. Demikian pernyataan Rizal pada diskusi politik di kota Batu, Jawa Timur, Sabtu, (09/08/08). Sementara itu, Akbar Tandjung yang juga menjadi pembicara dalam forum yang sama, sepakat mendorong kepemimpinan muda tanpa dikotomi usia. Menurut Akbar, pengabdian menjadi tolok ukur utama kepemimpinan.

Kepentingan modal dan pasar dinilai oleh beberapa politisi, mempunyai andil dalam proses demokrasi dan politik di Indonesia. Menurut mereka, hal ini berbahaya bagi kesejahteraan masyarakat maupun kelangsungan demokrasi itu sendiri.

Menjelang proses pemilihan kepemimpinan nasional pada Pemilu 2009, konsep kepemimpinan yang ideal mulai diperbicangkan. Pembahasannya pun dinilai dari berbagai perspektif. Mulai dari ideologi dasar, politik hingga ekonomi.




Politik pencitraan individu bukan sekedar iklan di media massa. Komitmen politik seseorang secara utuh terlihat dari rekam jejaknya. Demikian salah satu dialog pada pengambilan gambar acara televisi “Dialog Bersama Bang Akbar”, Senin, (04/08/08). Selain bicara soal politik pencitraan, Akbar juga menyoroti soal pentingnya doktrin dan militansi kader parpol. Di penggalan lain, Akbar menilai plus minus sipil-militer dalam hal kepemimpinan. Penggalan dialog antara lain mengenai gencarnya parpol menggaet eks militer sebagai pengurus parpol. Menurut Akbar Tandjung kelebihan eks militer adalah tradisi kepemimpinan yang kuat di lembaga kemiliteran serta kedisiplinan dan ketertiban termasuk dalam mengambil keputusan.


Akbar Tandjung menilai femonena tingginya angka golput pada pilkada merupakan tingkat cerminan ketidakkreatifan politisi dan parpol dalam mengelola isu. Padahal isu merupakan daya tarik sentral bagi rakyat sebelum memutuskan untuk berpartisipasi atau tidak dalam pemilu. Demikian pernyataan Akbar di Pematang Siantar, Kamis (31/07/08) siang. Ketua Sekolah Tinggi Teologia (STT) Nommensen Darwin Lumbuan. Darwin menyatakan kejenuhan rakyat terhadap parpol tidak berlaku bagi figur.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Akbar mengunjungi dua gereja berpengaruh di tanah Batak. Setelah bertemu dengan Ephorus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Akbar juga mengunjungi Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kamis (31/07/08) siang di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Dalam kunjungannya ke Kantor Pusat GKPS, Akbar diterima oleh pimpinan pusat GKPS Pendeta Belman Purba Dasuha. GKPS memiliki lebih dari 200 ribu jamaah. Dalam dialog dengan pimpinan GKPS, Akbar menilai isu Jawa dan non Jawa pada pilpres 2009 mendatang tidak relevan.

Doktor ilmu politik Akbar Tandjung bersama dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Simalungun Ridwan Malik didaulat menjadi pembicara dalam diskusi ilmiah Universitas Simalungun, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Kamis (31/07/08) pagi. Panel diskusi bertajuk “Pendidikan Politik Dalam Demokrasi” itu dipandu langsung oleh Rektor Universitas Simalungun Ulung Napitu. Pembahasan antara lain soal pemilu, subsidi pupuk dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Pimpinan tertinggi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ephorus Bonar Napitupulu menerima Akbar Tandjung di Kantor Pusat Gereja HKBP di Pearaja, Tapanuli Utara, Rabu (30/07/08) sore. Ephorus menyambut kehadiran Akbar dengan suka cita dan saling bertukar pikiran perihal kebangsaan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Gereja HKBP merupakan gereja etnis Batak berpengaruh dengan 4 juta jamaah tersebar di Indonesia, Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, Seattle dan negara bagian Colorado, Amerika Serikat.

