Berita
Jumat, 14 November 2008 21:07:24
80 Tahun Prof. Dr. Midian Sirait, Tokoh Farmasi Indonesia
Pemikirannya Berpengaruh Pada Akbar Muda
Kategori: Dari Redaksi
Ki-ka: Awaloeddin Djamin, Cosmas Batubara, Siswono Yudohusodo, Agung Laksono, Akbar Tandjung, Salahuddin Wahid. Bawah: Prof. Dr. Midian Sirait. Hotel Sultan, Jakarta, (14/11/08).
“Pemikirannya mempengaruhi banyak aktivis pada jamannya termasuk saya,” ujar Akbar. Secara langsung Akbar bertemu dan berkenalan dengan Prof. Midian pada tahun 1973.
Dengan bukunya Prof. Midan mengingatkan pentingnya revitalisasi Pancasila secara nyata dalam kehidupan berbangsa. “Jangan hanya jadi slogan belaka,” tegasnya. Prof. Midan berharap pemikirannya dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Kata itu dapat menyegarkan semangat pengamalan Pancasila yang sesuai dengan perkembangan jaman.
Buku tersebut melibatkan nama-nama seperti Rahman Tolleng, Marzuki Darusman, Anhar Gongong, Abdul Hadi WM. Sebagai mitra menulis Rum Aly. Sub judul buku setebal 238 halaman tersebut adalah “Catatan-cacatan tentang Bangsa yang Terus Menerus Menanti Perwujudan Keadilan Sosial.”
Selain Akbar hadir beberapa tokoh nasional diantaranya Ketua DPR RI Agung Laksono, mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudohusodo, mantan Kapolri Awaloeddin Djamin, mantan Menteri Tenaga Kerja Cosmas Batubara dan adik kandung mantan Presiden Abdurahman Wahid, Salahuddin Wahid.
Prof. Midian diakui sebagai salah satu tokoh farmasi Indonesia. Salah satu pendiri Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) tahun 1998 itu menjabat Dirjen POM Depkes RI periode tahun 1978-1988.
Sebagai akademisi ia diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Bahan Kimia Bahan Alam Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1990-1993. Kemudian dipercaya menjadi Guru Besar Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta tahun 1996.
Jebolan Sarjana Muda Apoteker FIPA UI tahun 1956 itu memperoleh gelar sarjana farmasi dari Universitas Hamburg pada tahun 1958. Gelar doktornya diperoleh dari Freie Universität Berlin Barat.
Di bidang keorganisasian Prof. Midan menjadi anggota Dewan Pembina Partai Golkar tahun 1978-1983.
Penghargaan internasional yang diraihnya adalah Hermann-Thomms medaille dari Asosiasi Ilmuwan Farmasi Jerman Barat atas jasanya di bidang farmasi di Indonesia, penghargaan dari Presiden Republik Federasi Jerman untuk persahabatan dua bangsa Verdienst kreuz le klasse.
Dari organisasi kesehatan dunia WHO, Prof. Midian dianugerahi Health for All. Penghargaan internasional juga diberikan oleh asosiasi internasional yaitu International Association for Artheric Oil.
(dhyt)
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...

