Berita
Jakarta – Penetapan Calon Presiden (capres) dari Partai Golkar seharusnya tidak ditunda-tunda lagi. Karena hal ini merupakan keputusan Rapimnas pada beberapa bulan yang lalu. Hubungan antara Jusuf Kalla dengan Susilo Bambang Yudhoyono dinilai bukan menjadi hambatan.
“Sebelum terlambat, lebih baik sekarang,” cetus Samsuddin Harris mengenai penetapan Capres dari Partai Golkar pada Acara Dialog Bersama Bang Akbar episode Selasa, (17/2). Ia mengatakan bahwa seharusnya DPD yang ada di seluruh Indonesia melakukan protes karena hasil rapimnas tidak segera dilaksanakan.
“Golkar benar-benar tidak profesional sebagai partai,” tegas Samsuddin Harris. Ia heran kenapa keputusan Rapimnas benar-benar ditunda. Padahal menurutnya,dengan adanya calon presiden yang terpisah dari pemerintahan saat ini, maka daya tawar Partai Golkar akan meninggi.
Menurut Samsuddin Harris, posisi Partai Golkar memang menjadi dilematis. Secara institusional tidak mendukung SBY, tetapi, Wapres Jusuf Kalla menjadi Ketua Umumnya. Hubungan keduanya pun menjadi semu karena tidak ada koalisi yang jelas, sehingga terjadi konflik-konflik kecil. “Koalisinya longgar dan bersifat pribadi,” tambahnya.
Menurut Akbar Tandjung, Partai Golkar Harus tetap mempersiapkan Capres. Walaupun ia memperkirakan bahwa mungkin JK belum sepenuhnya mau melaksanakan keputusan rapimnas. “Sebagai ketua umum ia harus melaksanakannya,” jelas Akbar.
Kerjasama yang saat ini terjalin antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat harusnya tidak menjadi masalah bagi Partai Golkar untuk menyiapkan capres. Karena menurut Akbar, hubungan personal dan institusional sungguh berbeda.

