Berita
Sabtu, 21 Maret 2009 12:50:18
Golkar-PDI-P: Pemerintah-Oposisi, Tidak Pas Berkoalisi
Duet Dengan SBY, Akbar Tunggu Sinyal Golkar
Kategori: Dari Redaksi
Akbar siaran langsung acara "Gebyar Pemilu" di radio lokal Kota Mataram NTB Global FM (Grup Bali Post), Jum'at (20/3).
Demikian jawaban Akbar atas pertanyaan pada siaran langsung acara “Gebyar Pemilu” di Radio Global FM 96,7 Mataram, Jum’at (20/3), pukul 17:00 WITA. Akbar didampingi caleg DPR RI Partai Golkar daerah pemilihan NTB, Abdul Aziz.
Wawancara berlangsung selama satu jam dengan topik seputar pemilu legislatif April 2009, isu terbaru pemilihan presiden 2009 dan terutama perkembangan mutakhir Partai Golkar baik secara lokal di NTB maupun dalam skala nasional.
Salah satu isu yang dibahas adalah koalisi segitiga emas yang melibatkan PDIP-Golkar-PPP. “Baru penjajakan, belum mengikat,” jawabnya mantap. Akbar menilai pertemuan-pertemuan antar tokoh partai politik menjelang pemilu merupakan suatu hal yang wajar.
Namun demikian Akbar mengingatkan secara etika politik koalisi antara PDIP dan Golkar tidak pas. “Secara fatsoen politik tidak pas,” nilainya.
“Golkar kan partai yang sedang memerintah karena ketua umumnya wapres,” jelas Akbar. Sementara menurut Akbar PDI-P sejak awal pemerintahan SBY-JK telah memposisikan diri sebagai partai oposisi.
Dijodohkan Dengan SBY, Akbar Tunggu Golkar
Sebelumnya, pada kesempatan terpisah, Akbar ditanya wartawan lokal NTB mengenai kemungkinan berduet sebagai pasangan SBY sebagai wapres. Menurutnya mengutip beberapa hasil survei, kans kemenangan duet SBY-JK dan SBY-Akbar cukup tinggi.
Menurut Akbar selisih angkanya tidak terpaut jauh. “SBY dengan saya berkisar 46,7 persen sementara dengan JK 50 persen. Hanya beda 4-5 persen saja,” ujar Akbar.
Akbar kembali menegaskan sikapnya yang akan mengikuti mekanisme penjaringan capres Partai Golkar. “Nanti disurvei dan diputus dalam Rapimsus (rapat pimpinan khusus-red.),” paparnya.
Kemungkinan menurut Akbar dilakukan pada akhir April atau awal Mei nanti. “DPP belum umumkan,” jelasnya.
Lalu bagaimana prospek SBY-Akbar? Akbar belum bisa memberikan jawaban dan tanggapan. “Saya belum tahu sejauh mana Partai Golkar memberikan perhatian terhadap hal ini (wacana duet SBY-Akbar-red.),” terangnya.
Apakah Akbar sudah melakukan komunikasi dengan pihak SBY? “Belum ada kontak,” jawabnya singkat.
(dhyt)
Komentar Terkini (
0
komentar)
Loading...

