Berita
Anggota DPR-RI periode 2009 – 20014 diharapkan mampu melakukan kinerja yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Apalagi citra DPR-RI saat ini sedang tidak baik di mata masyarakat.
“Dengan adanya anggota legislatif terpilih yang memiliki pendidikan lebih tinggi dan rata-rata berada di usia produktif, maka kita megharapkan kinerja yang lebih baik,” ujar Akbar Tandjung pada acara “Dialog Bersama Bang Akbar”, Selasa (2/6).
Akbar mengingatkan bahwa banyak isu-isu yang harus diangkat oleh anggota yang baru. Menurutnya, masih banyak keluhan masyarakat yang tidak mendapat perhatian dari anggota DPR.
Sebastian Salang, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) yang menjadi narasumber pada dialog tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada kesesuaian antara aspirasi rakyat dengan UU yang dihasilkan. Seperti halnya masalah lapangan kerja dan perumahan.
Data yang dikemukakan Sebastian Salang, produktivitas DPR pada periode 1999 – 2004 mencapai 76 %, sedangkan periode 2004 – 2009 hanya mencapai 54 %. Selain itu, menurutnya produk UU yang dihasilkan DPR pun tak ada pula kesinambungannya dengan visi pemerintah.
Mengenai hal tersebut, Akbar mengatakan bahwa departemen-departemen seperti berlomba untuk membuat UU. Seolah-oleh keberhasilan membuat UU merupakan sebuah prestasi. “Harusnya ada sebuah perencanaan, hasil dari sebuah kesepakatan antara para pemimpin nasional. Eksekutif dan legislatif bisa duduk bersama untuk merencanakan ini, jangan diserahkan semuanya pada departemen,” tutur Akbar.

