Testimoni

Prof. Dr. Emil Salim

Bang Akbar memiliki dua keutamaan. Yang pertama, di alur politik, sedangkan yang kedua di alur akademisi. Setelah menyelesaikan desertasi dan menjadi doktor, terbuka peluang bagi dirinya untuk menjadi akademisi. Sebaliknya begitu pula, peluang untuk menjadi politisi tetaplah terbuka lebar.

Saya secara pribadi cenderung menyarankan beliau agar tidak melepas karir akedemisnya. Karena seorang akademisi yang mempunyai pengalaman politik—bukan hanya praktek, tetapi juga kemudian mampu menerjemahkannya ke dalam teori—itu termasuk langka.

Secara pribadi, hubungan saya dengan beliau bersama istrinya sudah terjalin semenjak mereka masih muda. Kalau Hari Raya Idul Fitri tiba, mereka selalu menjadi pertama yang datang. Hal itu terus dilakukannya selama puluhan tahun. Sehingga saya melihat mereka tumbuh, mulai dari anak muda hingga menjadi dewasa.

Prof. Dr. Emil Salim

Anggota Tim Penasehat Kepresidenan


XML

HEADLINE NEWS

Senin, 08 September 2008 09:11:05

Dialog Bersama Bang Akbar

Fenomena Kader Lompat Partai

Setiap menjelang penyelenggaran Pemilu, terdapat fenomena yang berulang. Yaitu, adanya kader-kader yang berpindah partai. Hal ini pun terjadi pada Pemilu 2009. Sehingga dalam episode yang akan ditayangkan 9 September ini, “Dialog Bersama Bang Akbar” pun khusus membahas fenomena “kader lompat partai” ini. selengkapnya ►

BERITA TERBARU

Sabtu, 06 September 2008 01:13:07 | Kategori: Dari Redaksi

Akbar Bicarakan Politik Dan Ekonomi Bersama Dubes Singapura

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia The Honourable Ashok Mirpuri, Akbar Tandjung banyak membicarakan masalah politik. Pertemuan tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB di The Akbar Tandjung Institute, Jum’at (5/9).

Kamis, 04 September 2008 00:00:00 | Kategori: Dari Redaksi

Akbar, Jimly dan Ketua BPK Tarawih Berjamaah

Jimly Sebut Akbar Capres

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua MK Jimly Asshidiqie dan Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, melakukan sholat tarawih berjamaah bersama kader HMI/KAHMI di kediaman Jimly di komplek menteri dan pejabat tinggi negara, Jl. Widya Chandra, Senopati, Jakarta, Senin (04/09/08).

Rabu, 03 September 2008 15:53:00 | Kategori: Dari Redaksi

Agung Bantah Golkar Singkirkan Kubu Akbar

Partai Golkar membantah adanya upaya menyingkirkan orang-orang yang dekat dengan mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung atau Akbarian dalam penentuan calon legislatif.

Senin, 01 September 2008 22:30:39 | Kategori: Dari Redaksi

Dialog Bersama Bang Akbar

Akbar: Koalisi Partai Golkar – PDIP Paling Memungkinkan Setelah Pemilu Legislatif

Bergulirnya wacana koalisi antara Partai Golkar dengan PDIP semakin menguat beberapa hari terakhir ini. Akan tetapi realisasi koalisi tersebut dinilai oleh Akbar Tandjung hanya mungkin terlaksana setelah melihat hasil pemilu legislatif.

REFERENSI TERBARU

GALLERY

AKBAR PEDULI

KOLOM

Ide Perahu PDIP-Golkar

Seandainya PDIP ternyata keluar sebagai pemenang,maka wajar kalau Golkar hanya akan mengisi posisi calon wakil presiden apabila mereka sepakat untuk berkoalisi. Tapi kalau Golkar yang menang, maka PDIP harus rela menerima posisi calon wakil presiden dalam koalisi. Andaikata ini terjadi, maka PDIP harus menentukan sikap apakah akan tetap mencalonkan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden atau mencari tokoh lain yang menjadi calon wakilnya.
selengkapnya ►

BUKU

Janji-Janji & Komitmen SBY-JK (Ed.2)

"Adanya hasrat dari kalangan SBY-JK untuk berpaket kembali atau pun secara terpisah menunjukkan keyakinan bahwa janji-janji dan komitmen mereka seperti yang saya baca dalam buku ini rasanya telah ditebus secara perlahan. Proses demokratisasi, desentralisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat relatif baik dan terbebas dari IMF. Pemberantasan korupsi belum memuaskan masih bertumpu pada penguatan institusional. Yang menonjol adalah pelaksanaan demokrasi di Indonesia jauh lebih baik dari Singapura dan Malaysia. Kabinet ekonominya belum "menggigit" menangani makroekonomi." (PROF. DR. AMRAN RAZAK, SE, M.SC, Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin Makassar). selengkapnya ►

POJOK INSPIRASI

© 2008 Akbar Tandjung