Referensi

Selasa, 06 Januari 2009 21:36:40
Kategori: Buku
Buku ini hadir sebagai kisah nyata (true story), kenangan berdasarkan perjalanan hidup Shehadeh selama 26 tahun. Selama itu Shehadeh menyaksikan perubahan signifikan tentang perbukitan hijau yang ia lihat sejak dilahirkan hingga kota-kota baru produk Israel yang ia saksikan hari ini. Semuanya terjadi dalam tempo singkat. Ia seperti saksi yang hanya bisa memperjuangkan sisa masa tuanya bersama rakyat Palestina untuk mempertahankan tanahnya. Ia menulis semua itu dengan jujur, apa adanya. Koran The New York Times memberi pujian karena “hanya sedikit orang Palestina yang mau terbuka dengan kejujuran seperti yang dimiliki Raja Shehadeh”.
0
Komentar
 
Rabu, 10 Desember 2008 03:07:27
Kategori: Buku
Buku dengan tebal 858 halaman dalam edisi Bahasa Indonesia seharga Rp 120.000 ini menjadi buku kontroversial di Indonesia karena sekitar 5 halaman buku ini berisi pengakuan seorang pejabat tinggi CIA, Clyde McAvo yang menyatakan bahwa mantan Wakil Presiden, Adam Malik, sebagai agen rahasia CIA di Indonesia. Clyde McAvoy yang diwawancarai Tim Weiner pada 2005, mengaku telah merekrut dan mengontrol Adam Malik. McAvoy bertemu Adam Malik tahun 1964. Dalam buku itu dijelaskan bahwa CIA memberikan US$ 10 ribu untuk mendukung peran serta Adam Malik memberantas Gestapu. Karena berisi pernyataan tersebut, maka buku ini banyak mendapat kritik di Indonesia.
0
Komentar
 
Jumat, 21 November 2008 13:51:18
Politik Luar Negeri AS dan Nasionalisme Indonesia, 1920-1949
Kategori: Buku
Bagi kalangan awam, perjuangan memperoleh pengakuan kemerdekaan Indonesia merupakan murni buah perjuangan para pahlawan baik melalui perjuangan fisik maupun melalui jalur diplomatik. Namun disebagian kalangan lain terdapat sebuah mitos tak terhapus bahwa setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, pemerintah Amerika segera menyatakan dukungan politiknya terhadap Republik Indonesia yang baru berdiri. Hal ini malah dinyatakan oleh Presiden Bill Clinton dalam ucapan selamatnya pada saat peringatan 50 tahun Indonesia Merdeka (1995) . Mitos ini terus dipercaya di Belanda, dimana banyak orang Belanda masih berpikir bahwa bantuan Amerika Serikat terhadap kemerdekaan Indonesia pada 1945-1946 sangatlah besar dan Indonesia takkan mampu merdeka tanpa peran Amerika.
0
Komentar
 
Kamis, 06 November 2008 17:53:07
Kategori: Buku
Dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004 di Boston untuk mengukuhkan John Kerry sebagai kandidat presiden Partai Demokrat, Obama mampu membangkitkan mimpi dan semangat warga Amerika dengan seruan, "Tidak ada Amerika yang merdeka, dan konservatif --yang ada adalah Amerika. Tidak ada warga kulit hitam Amerika, warga kulit putih Amerika, Latin Amerika, dan Asia Amerika-- yang ada hanya Amerika Serikat."
0
Komentar
 
Kamis, 23 Oktober 2008 19:30:35
Kategori: Buku
Kemenangan Barack Obama atas Hillary Clinton dalam pemilihan pendahuluan kandidat presiden AS dari partai Demokrat mengukuhkan dirinya sebagai calon tunggal dari partai itu. Sedangkan dari Partai Republik terpilih John McCain yang tak mau kalah menjadi kandidat utama calon presiden AS. Prediksi publik dunia bahwa Obama memiliki peluang lebih dibanding kandidat lain tampaknya mulai terbaca. Meskipun ini belumlah kesimpulan akhir yang sesungguhnya, karena Obama masih harus mengalahkan McCain dalam pemilihan presiden yang akan digelar November mendatang.
0
Komentar
 
Senin, 22 September 2008 00:00:00
PERINGATAN
Kategori: Buku
Dalam buku kecil Mosi Integral Natsir: Dari RIS ke NKRI", Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Natsir, Laode M Kamaluddin, memberikan catatan ringkas atas mosi ini. Mosi integral dengan tokoh utamanya Natsir, ia nilai sebagai prestasi gemilang dan monumental yang pernah dicapai oleh parlemen Indonesia. Natsir, tulis Kamaluddin, mampu menyatukan kembali Indonesia yang terpecah belah dalam pemerintahan negara-negara bagian atau federal buatan Van Mook menjadi NKRI yang kita kenal sekarang ini.
0
Komentar
 
Rabu, 17 September 2008 19:11:49
Kategori: Buku
Gambaran di atas merupakan keresahan yang diuraikan Mohammad Sobary dalam bukunya Kesalehan Sosial (2007). Buku ini menjadi menarik, menurut penulis, karena obyek yang diuraiannya dikaitkan dengan pemahaman ala Weberian, yaitu paham yang menghubungkan pemahaman agama (baca: kristen) dengan perkembangan kapitalisme di Barat, yang kemudian dikenal dengan Etika Protestan.

Bagi Kang Sobary, sebutan yang dikenal, dengan mengutip Syair WS Rendra, “Kita orang asing di tanah nenek moyang kita” (hal.245).
0
Komentar
 
Rabu, 10 September 2008 18:21:13
Kategori: Buku
Mau tahu negeri mana yang menggaji ibu rumah tangga? Ingin tahu negeri mana yang menggratiskan pendidikan dan kesehatan? Itulah yang sekarang sedang berjalan di Amerika Latin. Presidennya dengan keberanian yang memukau, menasionalisasi puluhan perusahaan asing dan dengan ”nekat” membagi susu sekaligus beras gratis untuk penduduk miskin. Di sana, seorang dokter harus bertanggung jawab pada puluhan keluarga miskin. Rakyat benar-benar diurus dan mereka yang miskin mendapat prioritas pelayanan. Presidennya hidup sederhana, dan tidak pernah merasa gentar dengan Amerika. Inilah kisah tentang Presiden Radikal yang tidak hanya memenangkan pemilu tapi juga memenuhi harapan rakyat kecil.
0
Komentar
 
Senin, 01 September 2008 17:09:43
Kategori: Buku
"Adanya hasrat dari kalangan SBY-JK untuk berpaket kembali atau pun secara terpisah menunjukkan keyakinan bahwa janji-janji dan komitmen mereka seperti yang saya baca dalam buku ini rasanya telah ditebus secara perlahan. Proses demokratisasi, desentralisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat relatif baik dan terbebas dari IMF. Pemberantasan korupsi belum memuaskan masih bertumpu pada penguatan institusional. Yang menonjol adalah pelaksanaan demokrasi di Indonesia jauh lebih baik dari Singapura dan Malaysia. Kabinet ekonominya belum "menggigit" menangani makroekonomi." (PROF. DR. AMRAN RAZAK, SE, M.SC, Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin Makassar).
0
Komentar
 
Senin, 25 Agustus 2008 01:18:36
Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era Demokrasi
Kategori: Buku

Pesta demokrasi terbesar di Indonesia, Pemilu 2009, sudah dimulai. Sebanyak 34 partai politik (parpol) peserta pemilu saling bersaing untuk meraih simpati, mencari dukungan publik dan mendulang suara. Pada akhirnya, tentu hanya parpol kuat, profesional dan berideologi yang akan menjadi pemenangnya. Pertanyaannya, seperti apa bentuknya? Lantas, bagaimana cara mengelolanya? Melalui buku berjudul Mengelola Partai Politik; Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era Demokrasi –Firmanzah membeberkan rahasianya secara gamblang, dengan bahasa yang cerdas dan mudah dicerna.


0
Komentar